Terlahir dari tulang yang mulai mengeras…
Ada seseorang yg bercerita soal seluk beluk hidupnya dan kenapa dia sekarang milih untuk hidup di kota yg tidak dia kenal sama sekali, tanpa saudara, tanpa adanya teman yang bisa membantu dia ketika tertimpa musibah.
Apa dia melarikan diri dari sesuatu ?
Dan dia bilang hanya bilang ..
“Saya mencegah masa lalu saya yang bisa datang kapan aja, kalo saya masih hidup disana “
Selain itu dia ingin membangun kembali hidupnya mulai dari nol, karena dia merasa disini lebih baik, karena dia merasa ada harapan disini.

Harapan
Proses penguburan masa lalu itu sendiri sudah membikin puyeng, mulai gimana cara dan prosesnya, mulai menghilang dari pergaulan. demi apa? demi menemukan diri sendiri dulu, setelah itu baru memulai hidup baru dari nol lagi, atau bagaimana?
Kadang kita bukan orang sangat berani, tapi bisa jadi orang yg cukup nekat dalam pengambilan keputusan. That’s not sound so cool. Karena kita jadi berfikir tidak menggunakan otak tapi menggunakan hati. Apakah karena kita bodoh?
“Karena orang yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri itu bodoh”
Membangun dari nol itu yang dimaksud melahirkan diri sendiri.
Dulu kita dilahirkan oleh ibu kita dengan wujud dan sosok yang baru di muka bumi ini, tapi melahirkan diri sendiri tanpa sang pelahir dan dengan wujud yang sama.
Idul Fitri hakekatnya mengembalikan kesucian diri kita, sehingga kita merasa terlahir kembali , tidak ada dosa seperti bayi yang baru terlahir.
Namun bagi orang yang kurang menghayati hakikat dari puasa dan Idul Fitri itu sendiri, kadang Idul Fitra hanya bersifat seremoni saja tanpa menggunakan hati, sekedar saling memaafkan
Jadi masalahnya ada di hati dan tekad untuk menjadi sosok yg baru dalam momentum Idul Fitri.
Selamat hari raya Idul Fitri semoga kita menjad pribadi yang benar-benar terlahir sendiri tanpa harus melarikan diri